SEJARAH PENEMUAN LISTRIK SEBELUM MENJADI KEBUTUHAN SEHARI HARI


Siapa di antara kita yang tidak tahu energi listrik? Pasti semua orang sudah mengetahuinya bukan, selain sangat bermanfaat bagi keseharian kita, listrik juga begitu dekat dengan kehidupan manusia.
Listrik sendiri berasal dari bahasa inggris yaitu electric yang berarti energi. Maka secara singkat listrik adalah rangkaian fenomena fisika yang berhubungan dengan kehadiran dan aliran muatan listrik, aliran tersebut tidak lain adalah aliran elektron dari atom yang disebabakan oleh gesekan maupun adanya proses kimia yang menghasilkan listrik
SEJARAH PENEMUAN LISTRIK

Terlebih jika mengingat perkembangan zaman yang semakin pesat hingga rasanya tidak mungkin dipisahkan dengan listrik. Bahkan semua kegiatan pun memerlukan listrik sebagai sumber energinya. Tapi tahukah kamu bahwa pada zaman dahulu listrik pertama kali ditemukan melalui bulu kucing? Bagaimana bisa? Mari kita simak penjelasannya.

Apa Itu Listrik?

Sebelum kita membahas sejarahnya, mari kita kupas terlebih dahulu apa itu listrik. Listrik sendiri berasal dari bahasa inggris yaitu electric yang berarti energi. Maka secara singkat listrik adalah rangkaian fenomena fisika yang berhubungan dengan kehadiran dan aliran muatan listrik, aliran tersebut tidak lain adalah aliran elektron dari atom yang disebabakan oleh gesekan maupun adanya proses kimia yang menghasilkan listrik. Lalu apa hubungannya dengan bulu kucing?

Awal Mula Ditemukannya Listrik

Sekitar tahun 600 SM seorang cendikiawan Yunani bernama Thales mengemukakan sebuah fenomena batu ambar yang apabila digosok-gosokkan akan dapat menarik bulu di dekatnya sebagai fenomena listrik.

Selain itu, beberapa budaya kuno sekitar Mediterania juga mengetahui bahwa benda seperti batang ambar dapat digosok dengan bulu kucing untuk menarik benda ringan seperti bulu lainnya. Hal ini kemudian membuat Thales menulis tentang ambar yang memiliki muatan menggosok.

Dia menggambarkan apa yang sekarang kita sebut listrik statis. Listrik statis sendiri adalah sebuah energi yg dikandung oleh benda yang bermuatan listrik, muatan listrik tersebut bisa berupa positif ataupun negatif. Setelah bertahun-tahun sejak ide Thales dikemukakan, baru kemudian muncul pendapat-pendapat serta teori-teori baru mengenai listrik.

Hingga tahun 1600, seorang ilmuwan Inggris bernama William Gilbert membuat studi khusus mengenai listrik dan magnetisme, setelah sebelumnya listrik hanya menjadi bahan keingintahuan saja selama satu milenium. Dan apabila sudah membicarakan listrik, tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas magnet.

Sejarah Penemuan Magnet

Magnet sendiri berdasarkan legenda yang paling populer ditemukan oleh seorang penggembala tua dari Cretan yang bernama Magnes.

Diceritakan bahwa ia menemukan magnet ketika sedang menggembalakan dombanya di daerah Yunani Utara yang disebut Magnesia pada 4.000 tahun silam.

Pada saat itu paku yang ada di sepatunya dan juga  logam pada ujung tongkatnya tiba-tiba menempel kuat pada batu hitam besar dimana ia sedang berdiri.

Untuk mencari tahu bagaimana batu tersebut bisa menarik paku dan juga ujung tongkatnya, ia menggali sampai ke dalam-dalam untuk menemukan lodestone atau partikel magnetit yang kecil. Akhirnya lodestone tersebut diberi nama magnetit, yang berasal dari gabungan nama Magnesia atau Magnes.

Kisah-kisah magnetit sendiri kemudian muncul dari abad pertama SM dalam tulisan Lucterius dan Pliny the Elder (23-79 M Romawi) Di sana Pliny menuliskan tentang bukit di dekat Sungai Indus yang seluruh tempatnya terbuat dari batu yang dapat menarik besi. Ia mengatakan bahwa batu tersebut memiliki kekuatan magis magnetit.

Sejak saat itulah mahnetit dikelilingi oleh takhayul dan juga berita yang kurang menyenangkan, seperti contohnya kemampuan untuk menyembuhkan orang sakit atau mengusir roh-roh jahat di sekitar. Namun, orang-orang kemudian menyadari bahwa magnetit tidak hanya mampu menarik benda yang terbuat dari besi saja.

Magnetit juga ternyata bisa dibentuk menjadi jarum yang dapat melayang di atas air, dan magnetit sendiri selalu menunjuk ke arah utara dan selatan hingga kemudian orang-orang menjadikannya sebagai kompas primitif.
Hal itulah yang membuatnya memiliki nama lain selain magnetit, yaitu batu ladestone atau leading stone yang berarti batu pengarah.

Sejak saat itulah magnet ladestone selama bertahun-tahun dijadikan sebagai fenomena alam yang aneh.

Perkembangan Listrik

Hingga kemudian Pregrinus dan Gilbert Peter Preginus tercatat sebagai orang yang pertama kali memisahkan antara fakta dan takhayul dari magnetit. Namun kemajuan paling signifikan sendiri dilakukan oleh William Gilbert melalui eksperimennya pada tahun 1600 dalam memahami gaya tarik menarik. Ialah yang pertama kali menyadari bahwa bumi merupakan magnet raksasa dan magnet tersebut dibuat dengan menggunakan besi yang ditempa.

Melalui didikan William Gilbert pulalah, pada tahun 1660, von Guericke menemukan mesin yang dapat menghasilkan listrik statis, ini adalah generator listrik pertama. Pada 1729, Stephen Gray menemukan prinsip konduksi listrik. 

Dilanjut pada 1733, Charles Francois du Fay menemukan bahwa listrik datang dalam dua bentuk yang disebutnya resin (-) dan vitreous (+), atau sekarang lebih dikenal dengan negatif dan positif.

Waktu pun terus berjalan hingga pada abad ke-18, Benjamin Franklin melakukan penelitian ekstensif pada kelistrikan.

Lalu bulan Juni 1752 ia berhasil menempelkan kunci logam ke bagian dasar senar layang yang dibasahi dan menerbangkan layangan tersebut di langit yang berbadai. Adanya kilatan yang meloncat dari kunci ke tangannya menunjukkan bahwa kilat adalah listrik dari alam.

Pada awalnya orang hanya mengaitkan listrik dengan cahaya, mereka menginginkan sesuatu yang murah dan aman untuk memberikan cahaya di rumah mereka. Lalu para ilmuwan pun berpikir bahwa listrik bisa saja jadi jawabannya.

Hingga seorang ilmuwan Inggris bernama Michael Faraday, ialah orang pertama yang menyadari bahwa arus listrik dapat dihasilkan dengan menghantarkan magnet melalui kawat tembaga.

Bukankah itu adalah penemuan yang menakjubkan? Karena hampir semua listrik yang kita gunakan saat ini dibuat dengan magnet dan kumparan dari kawat tembaga di raksasa pembangkit listrik.

Penemuan Lampu Pijar oleh Thomas Edison


Dunia pun terus berputar dengan perkembangan zamannya, begitu juga dengan listrik. Pada tahun 1879, Thomas Edison berfokus untuk menciptakan suatu cahaya lampu yang mampu bertahan lama sebelum akhirnya terbakar.

Namun, kesulitannya saat itu ialah menemukan bahan yang kuat untuk dijadikan filamen, kawat kecil di dalam bohlam yang melakukan listrik. 

Serangkaian percobaan pun dilakukan dengan kawat platinum dan berbagai logam refraktori namun memiliki hasil yang tidak memuaskan. Ia pun mencoba berbagai zat lain hingga rambut manusia juga tidak luput dari percobaannya. Edison kemudian menyimpulkan bahwa karbon dari beberapa macam adalah solusi daripada logam.

Pada bulan Oktober 1879, setelah empat belas bulan bekerja keras dengan pengeluaran empat puluh ribu dolar, benang kapas berkarbon yang disegel di salah satu bola Edison diuji dan berlangsung selama empat puluh jam. Seiring berjalannya waktu, Edison dan timnya menemukan bahan yang lebih bagus, yaitu karbon bambu yang mampu membuat lampu bertahan hingga 1.200 jam.

Januari 1880, Edison pun mendirikan perusahaan yang bisa mendistribusikan listrik untuk kebutuhan harian menyinari kota.

Wah, ternyata sebelum menjadi energi yang dapat kita gunakan dengan mudah, listrik telah melalui sejarahnya yang begitu panjang untuk menjadi bermanfaat seperti sekarang.

Dimulai dari bulu kucing, logam, layangan, hingga percobaan Thomas Edison yang begitu terkenal dalam usahanya menciptakan lampu pijar. Bahkan untuk menjadi listrik saja membutuhkan rentang waktu hingga satu milenial lebih.
LihatTutupKomentar