Cara Menentukan Ukuran Diameter Kabel Listrik

    Arti dari warna kabel beserta fungsinya

    Pengetahuan tentang warna kabel sangat penting bagi teknisi electrical agar tidak terjadi konsleting listrik.

    berbagai macam warna kabel dibuat oleh produsen kabel di seluruh dunia dengan berbagai varian merek, namun Untuk warna kabel-nya tetaplah sama yaitu;merah, kuning, hitam, biru, dan kuning strip hijau.

    Diameter Kabel Listrik

    Dibuatnya beberapa warna kabel yang berbeda bertujuan untuk memudahkan dalam pemasangan dan perawatan sehingga tidak akan tertukar antara satu kabel dengan yang lainnya, karena pemasangannya sesuai dengan arti dan fungsi dari masing-masing kabel tersebut, untuk lebih jelasnya mengenai warna kabel tersebut silahkan baca penjelasannya di bawah ini:

    Dalam menghitung kebutuhan besar kabel dalam istilah luas penampang kabel perlu dibedakan menjadi dua jenis , yaitu:
    1. Perhitungan luas penampang kabel untuk fasa tunggal
    2. Perhitungan luas penampang kabel untuk tiga fasa.

    Rumus Untuk Menghitung Kebutuhan Luas Penampang Kabel Satu Fasa :

    • I = P / (E x Cos Phi)

    Sebelum menentukan luas penampang kabel, perlu di hitung KHA-nya lebih dahulu, KHA adalah Kemampuan Hantar Arus.
    Rumus KHA berdasarkan PUIL = 125% x I nominal

    Contoh pernyataan:
    Suatu instalasi listrik rumah tangga atau industri memiliki kapasitas 900Watt, cos phi sebesar 0,8, tegangan yang dipakai adalah 220Volt. Tentukan besarnya kemampuan hantar arus (KHA) untk menentukan kabel yang dipakai?

    Jawaban:
        I = P / (V x cos phi)
        I = 900 / (220 x 0,8)
        I = 900 / 176
        I = 5,114 Ampere (I nominal)
    Hasil KHA adalah = 125% x 5,114 A = 6,3925 A = 6,39 A


    Kemudian cari pada tabel diatas kemampuan kabel yang mampu mengantarkan arus sebesar 6,39  Ampere. tapi anda juga bisa browsing dengan pencarian “ tabel kemampuan penampang kabel “.

    Rumus Untuk Menghitung Kebutuhan Luas Penampang Kabel Tiga Fasa :

    • I = P / (√3 x E x Cos Phi)
    Dimana:
    I = Arus beban listrik dalam satuan Ampere
    P = Beban yang dibutuhkan dalam Watt
    E = Tegangan antar fasa dalam Volt
    Cos Phi = Faktor Daya

    Contoh pernyataan:

    Suatu instalasi listrik industri (asumsi industri untuk pemakaian 3 phase) memiliki kapasitas 20.000 Watt, cos phi sebesar 0,8, tegangan antar phase yang dipakai adalah 415Volt. Tentukan besarnya kemampuan hantar arus (KHA) untk menentukan kabel yang dipakai?
    √3 = 1,73

    Jawaban:
        I = P / (√3 x E x Cos Phi)
        I = 20.000 / (√3 x 415 x 0,8)
        I = 20.000 / (1,73 x 332)
        I = 20.000 / 574,36
        I = 34,83 Ampere


    Hasil KHA adalah = 125% x 34,83 A = 43,53 Ampere
    Cari dalam tabel kemampuan kabel dengan satuan mm2 seperti soal pertama, yang mampu dilalui arus sebesar 43,53 Ampere.


    Dalam menyesuaikan atau menentukan luas penampang kabel (besar kabel ) yang dibutuhkan perlu perhitungan teoritis dulu seperti diatas yang kemudian di sesuaikan dengan luas penampang atau besar kabel yang telah tersedia di pasaran.


    Namun dalam hal ini lebih baik memilih besaran kabel lebih besar yang tersedia dilapangan, sebagai contoh dalam perhitungan teoritis dibutuhkan luas penampang kabel 2mm2, maka perlu pembelian kabel dengan diameter 2,5mm yang tersedia dipasaran.

    Warna isolasi kabel

    Warna isolasi kabel: merah, kuning, hitam. Fungsi: dipakai untuk muatan listrik positiip/fasa/api. Ciri: kabel akan nyetrum bila tersentuh kulit dan bila diuji dengan tespen maka tespen itu akan menyala.Sumber: Muatan listrik positip bersumber dari kabel PLN yang terpasang di tiang listrik.

    Warna isolasi kabel: Biru, Fungsi: kabel ini khusus untuk muatan listrik negatip. Ciri: kabel tidak nyetrum bila disentuh kulit.Bila diuji dengan tespen maka tespen tidak akan menyala, Sumber: Muatan listrik negatip bersumber dari kabel PLN yang terpasang di tiang listrik.

    Warna isolasi kabel: Kuning strip hijau, Fungsi: kabel ini khusus dialiri oleh muatan listrik arde yang diambil dari tanah(grounding). sumber: grounding didapat dengan cara menanam pipa logam ke dalam tanah yang nantinya akan dipasang pada setiap terminal stopkontak.


    Pada umumnya jalur kabel grounding yang dipasang oleh petugas instalatir akan disatukan dengan kabel negatip yang bersumber daeri PLN.


    Untuk mendapatkan kualitas grounding yang baik maka kita harus membuat jalur grounding sendiri yang tersipah dari jalur instalasi yang dipasang oleh instalatir.

    Pada umumnya beberapa jenis kabel Seperti NYA, NYM, dan NYY memiliki tiga warna kabel yang berbeda di dalamnya, warna ketiga kabel itu adalah; biru, kuning, dan hitam, maka untuk pemasangan ketiga warna kabel tersebut adalah:

    • kabel warna biru: dipakai untuk muatan listrik negatip/netral
    • Kabel warna kuning: dipakai untuk grounding /pentanahan
    • Kabel warna hitam:dipakai untuk muatan listrikpositip/fasa/api. 

    Dengan pemasangan yang benar diharapkan tidak akan terjadi hubungan pendek yang dapat mengakibatkan kebakaran

    Selain warna kabel yang harus benar pemasangannya ternyata ukuran diameter kabel juga harus sesuai dengan SNI dan PUIL. Menurut PUIL besarnya kapasitas hantaran kabel dinamakan dengan kuat hantar arus atau yang disingkat dengan nama KHA.

    Bagi anda yang akan memasang kabel listrik di rumah sebaiknya memperhatikan juga ukuran diameter kabel yang akan dipasang dengan memperhatikan beberapa pedoman di bawah ini:


    Pilihlah ukuran kabel; yang sesuai dengan daya listrik yang ada, arus listrik yang melebihi KHA dari kabel akan menyebabkan kabel tersebut menjadi panas, bila panasnya melebihi batas ketahanan isolasinya maka kabelpun akan terbakar yang beresiko menjadi penyebab kebakaran rumah.

    Perhatikan juga bila kemungkinan ada rencana penambahan daya ke depannya, maka sebaiknya memakai ukuran kabel yang lebih besar, agar saat penambahan daya tidak perlu lagi mengganti ukuran kabel kecuali kabel yang sudah rusak dan lapuk.


    LihatTutupKomentar