Perbedaan kabel grounding dan netral

    Seperti kita sudah ketahuai, pada setiap jaringan Instalasi listrik 1 phase yang dipasang di setiap rumah maupun sistem jaringan listrik 3 phase yang umum ya dipasang untuk keperluan industri scala kecil maupun besar, pasti anda akan selalu melihat 3 jenis kabel' yaitu: Kabel Phase, Netral dan Kabel Grounding.

    Kabel grounding

    Bagi masyarakat awam, Untuk dapat Membedakan kabel phase dengan kabel netral serta grounding rata-rata cukup hanya dengan memakai alat tespen, pada saat kabel phase di tempelkan ujung tespen, bila itu benar kabel phasa,otomatis tespen akan berpijar, begitu juga sebalik nya,disaat anda menempelkan ujung tespen pada kabel netral dan grounding, maka lampu tanda pada tespen tidak akan menyala.


    karena Kabel dan Netral sama-sama tidak menyala disaat di test, untuk menebak perbedaan diantara kedua nya ini memang tidaklah sesederhana memisah kabel phase, untuk itu kita perlu mengetahui apakah itu Netral dan grounding dan apa perbedaan ya . Lalu bagaimana cara terbaik memastikan di antara kabel netral dan grounding, dan apa sebetulnya perbedaan di antara kabel netral dan kabel grounding ini ?


    Setiap instalasi listrik pasti nya memerlukan titik negatif (netral) juga titik positif (phase) dimana kedua titik kabel itu memiliki perhitungan nilai yang tidak sama, dengan ke-tidaksamaan nilai menjanjikan pada kedua kabel tersebutlah yang dapat mendatangkan Tegangan listrik... (Tegangan listrik yaitu Ketaksamaan nilai Menjanjikan). dimana Netral selalu mempunyai nilai menjanjikan sama dengan atau mendekati nol (0) Volt.


    Proses terbentuk-nya netral langsung dari output (keluaran) gulungan pada satu pembangkit listrik 1 phase,sama hal-nya dengan Trafo 3 phase atau generator 3 phase, proses terbentuk-nya Netral dibuat secara langsung dari gulungan penting 3 phase yang dikaitkan bintang, pada titik ini,diskusi gulungan bintang berikut jadi titik Netral. Dan sesuai dengan peraturan ( PUIL ) untuk warna kabel  netral yang telah di sepakati yakni warna Biru atau warna Hitam.


    Sesuai dengan peraturan puil ,maka Jaringan Listrik di rumah rata rata tegangan 220 Volt AC, karena itu untuk ketahui kabel netral, dapat dengan memakai Multitester (Voltmeter) untuk menghitung besar tegangannya, Di antara Kabel Fasa dan Netral terarah hasilnya yaitu 220 Volt AC.


    Walaupun kedua kabel netral maupun kabel grounding sama tidak dialirin listrik saat di tespen, sebetul-nya kabel netral dan kabel Grounding amatlah berlainan.Perlu diketahui, Netral mengambil sumber dari pembangkit listrik, sedangkan kabel Grounding berawal dari kabel terpisah yang ditancapkan ke tanah/bumi, dan didistribusikan sesuai dengan jumlah titik alur jaringan listrik di instalasi.


    Grounding terpasang terpisah, dan tidak terjalin dengan kabel mana pun baik kabel Phase atau kabel Netral. Grounding yang bagus mesti betul-betul tertancap dan terjalin ke bumi, dengan nilai tahanan serendah kemungkinan (Optimal 5 Ohm) kepada bumi/tanah.


    Grounding bukanlah sisi penting dalam suatu instalasi listrik, sebab tanpa Grounding juga, instalasi listrik masih bisa berperan, tapi penempatan grounding dalam suatu instalasi atau fitur listrik yakni sebagai Perlindungan atau Pengaman. Grounding berperan sebagai pelindungan kepada bahaya keselamatan manusia atau kerusakan perabotan listrik / electronic. Warna Kabel yang umum dipakai untuk Kabel Gorunding yaitu kabel memiliki warna Kuning Strip Hijau.


    Untuk Listrik yang umum dipakai di rumah yaitu tegangan 220 Volt AC, karena itu untuk ketahui kabel Grounding, dapat dengan memakai Multitester (Voltmeter) untuk menghitung besar tegangannya, Di antara Kabel Fasa dan Grounding kebanyakan terarah hasilnya kurang dari 220 Volt AC.


    Grounding biasa dikatakan dengan istilah: Pentanahan, Pembumian, arde.


    Manfaat Grounding:

    Menyalurkan Listrik ke bumi waktu terjadi Sikatan petir menyikat kabel instalasi atau fitur listrik yang lain

    Menyalurkan kebocoran listrik ke bumi, waktu ada satu diantara perabotan listrik yang kabelnya koyak atau bocor maka alat listrik itu nyetrum, karena itu kebocoran listrik itu akan disalurkan ke bumi, maka tidaklah sampai sebabkan kita turut kesetrum waktu menyentuhnya.

    Sebagai perlindungan perlengkapan electronic yang peka kepada tegangan kejut karena terdapatnya sikatan petir tidak langsung, atau tegangan kejut dari pembangkit listrik.

    LihatTutupKomentar