9 JENIS PEMBANGKIT LISTRIK | BELAJAR LISTRIK MANDIRI

Ini Dia Jenis Pembangkit Listrik Yang Umumnya Banyak Dipakai  Menilik kembali betapa pentingnya peran listrik dalam kehidupan sehari-hari, tentu hal ini mengakibatkan manusia menjadi sangat ketergantungan dengan keberadaannya.

Ini Dia Jenis Pembangkit Listrik Yang Umumnya Banyak Dipakai
Menilik kembali betapa pentingnya peran listrik dalam kehidupan sehari-hari, tentu hal ini mengakibatkan manusia menjadi sangat ketergantungan dengan keberadaannya.

Satu jam saja tak ada listrik maka entah berapa banyak kegiatan yang terganggu, bukan hanya menghambat melainkan satu dunia bisa kalang kabut karena kehilangan listrik. Jadi tidak bisa dibayangkan bukan bagaimana jika listrik benar-benar tiada dalam kehidupan manusia, dan setelah menyadari betapa pentingnya kehadiran listrik. Apa kamu tidak penasaran darimana asal listrik tersebut?

Yap, jawabannya adalah pembangkit listrik. Pembangkit listrik adalah suatu alat yang mampu membangkitkan sekaligus memproduksi tegangan listrik dengan cara mengubah suatu energi tertentu menjadi energi listrik. Sumber energi yang biasa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik pun beragam, mulai dari air, uap, nuklir, hingga sel surya sekalipun.

Terlebih jika mengingat kekayaan di Indonesia yang begitu melimpah, tentu saja hal itu menjadikan pembangkit listrik yang digunakan pun lebih bervariasi. 

Bagian utama dari pembangkit listrik sendiri ialah generator, yakni mesin berputar yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik dengan menggunakan prinsip medan magnet dan penghantar listrik. Mesin generator ini diaktifkan dengan menggunakan berbagai sumber energi yang sangat bemanfaat dalam suatu pembangkit listrik. Apa sajakah itu? 


1. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Air adalah sumber daya alam yang paling sering dijumpai di sekitar kita, selain itu air juga merupakan energi yang berpotensi tinggi menghasilkan energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) ini memanfaatkan arus deras air pada bendungan untuk memutarkan turbin air dan menggerakkan generator. 

Dengan mengubah energi potensial dan kinetik yang terdapat di dalam air tentu saja menjadikan pembangkit ini lebih ramah lingkungan dan hemat. Umumnya, jenis pembangkit listrik ini dipasang di sebelah sumber air yang cukup besar seperti bendungan, waduk, atau sungai. 

2. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

Memanfaatkan energi uap dari hasil kerja pompa air yang menyatu dengan batu bara serta minyak, nantinya hasil pemanasan tersebut akan dibakar untuk kemudian disemprotkan menjadi energi uap.

Energi inilah yang kemudian akan menggerakkan turbin pada generator mesin sehingga menghasilkan energi listrik yang dapat disimpan pada generator. Energi primer yang digunakan oleh PLTU sebagai bahan bakarnya pun beragam, bisa berwujud padat, cair maupun gas. Salah satu contohnya adalah batubara dan minyak. 

Sayangnya dari semua jenis pembangkit listrik, PLTU termasuk salah satu pembangkit yang kurang ramah lingkungan. Hal ini karena energi uap yang dihasilkan pembangkit tersebut cukup berbahaya apabila dihirup oleh makhluk hidup di sekitarnya.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Cara kerja dari pembangkit listrik ini ialah memanfaatkan panel surya untuk menyimpan energi panas dari matahari ke dalam baterai atau aki untuk digunakan sehari-harinya. Pembangkit listrik ini biasanya ditemukan di satu unit rumah atau bangunan.

Mengingat iklim tropis di Indonesia yang cukup mendapatkan sinar matahari secara menyeluruh, alat pembangkit listrik ini menjadi pilihan yang ideal untuk digunakan di rumah-rumah, maka tidak heran jika teknologi sel surya banyak dimanfaatkan untuk listrik di daerah pedesaan.

Terlebih karena PLTS mengandalkan sumber energi murni alami sehingga menjadikannya sangat ramah lingkungan dan hemat.

4. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)

Pembangkit listrik ini umumnya mirip dengan PLTU, hanya saja biaya operasionalnya lebih murah karena tidak perlu membeli bahan bakar. Cara kerjanya sendiri dengan memanfaatkan panas uap bumi yang berasal langsung dari perut bumi untuk menggerakkan turbin.

Maka tidak heran jika PLTP biasanya dibangun di daerah pegunungan dekat gunung berapi, karena uap panas dari titik bumi tersebutlah yang nantinya digunakan sebagai sumber penggerak turbin generator mesin. Mengingat bahwa Indonesia memiliki jumlah gunung berapi yang banyak dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, hal ini menjadikan PLTP banyak dibangun dimana-mana.

5. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)

Pembangkit listrik ini juga memanfaatkan bahan bakar minyak atau batubara sebagai penggerak turbin pada generator. Bedanya, cara pembuatan diawali dengan memasukkan udara ke dalam kompresor melalui filter udara agar debu dan kotoran tersaring.

Kemudian tekanan udara dialirkan dan dibakar bersamaan dengan bahan bakar untuk mendapatkan energi listrik. Sumber energi inilah yang memiliki tekanan yang cukup kuat dan mampu menghasilkan energi listrik dalam skala besar.

6. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)

Berbahan bakar BBM (solar), pembangkit listrik jenis ini biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam jumlah beban kecil, terutama untuk daerah baru yang terpencil atau untuk listrik pedesaan.

Mesin diesel ini menggunakan ruang bakar dimana ledakan pada ruang bakar tersebut menggerakkan torak/piston yang kemudian pada poros engkolnya diubah menjadi energi putar. Energi putar inilah yang digunakan untuk memutar generator yang dapat merubahnya menjadi energi listrik.

Untuk meningkatkan efisiensi udara yang dicampur dengan bahan bakar, maka dinaikkan tekanan dan temperaturnya dahulu pada turbo charger. Turbo charger ini digerakkan oleh gas buang hasil pembakaran dari ruang bakar.

7. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Memanfaatkan pembelahan inti uranium dalam reaktor nuklir untuk menghasilkan daya listrik, pembangkit listrik ini mengubah energi panas menjadi energi mekanik dimana panas yang dihasilkan berasal dari satu atau lebih reaktor nuklir.

Bisa dikatakan PLTN lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar seperti batubara, minyak, gas, dan lainnya. Tentunya tidak berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

8. Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM)

Pembangkit listrik jenis ini mengubah biomassa sebagai bahan bakar dengan cara membakarnya hingga menciptakan uap yang mampu menghasilkan energi listrik. Tentu kita pernah mendengar sebuah rumah yang energi listriknya berasal dari kotoran binatang  bukan, yap itu adalah salah satu contohnya. 

Dengan memanfaatkan bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik, baik berupa produk maupun buangan, biomassa merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui sehingga energinya dapat tersedia secara berkesinambungan. Contoh lain dari biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak.

9. Pembangkit Listrik Tenaga Ombak (PLTO)

Salah satu energi di laut yang dapat dimanfaatkan menjadi listrik ialah energi ombak atau gelombang laut yang memiliki sumber energi yang cukup besar. Ombak merupakan gerakan air laut yang naik-turun atau bergulung-gulung, Gerakan ombak laut yang tinggi tersebutlah yang dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik melalui efek gerakan tekanan udara akibat fluktuasi pergerakan gelombang.

Salah satu kelebihan dari pembangkit jenis ini ialah sumber energinya yang bisa diperoleh secara gratis tanpa membutuhkan bahan bakar. Penemuan jenis pembangkit listrik ini sudah terbukti sebagai salah satu alat yang ramah lingkungan dan juga murah. Hanya saja kekurangannya tentu saja bergantung pada kekuatan ombak itu sendiri.
Jadi pembangkit listrik manakah yang paling sering kalian jumpai? 

LihatTutupKomentar