Cara gulung trafo donat

    Trafo / tranformer adalah sebuah benda yang mengubah arus AC ke arus DC/ bolak balik, semua alat  elektronik membutuhkan arus DC, jadi di semua alat elektronik pasti mengunakan yang namanya trafo, Komponen trafo sendiri terbagi dalam 2 bentuk yaitu ; trafo kotak , trafo teroid. Dan jenisnya trafo dibagi menjadi 2 golongan yaitu ; trafo step up , trafo step down.

    Dalam pembuatan trafo donat hal utama yang harus di ketahui adalah besaran arus Amper yang ingin di buat dan berapa voll yang di butuhkan, semakin besar amper yang di inginkan semakin besar pula inti besi/kern yang di butuhkan.

    trafo donat

    Contoh 10 AMPER murni,  inti yang di butuhkan minimal 5kg intinya semakin besar Amper semakin berat juga inti besi yang dibutuhkan.

    kali ini contoh membuat Trafo TEROID dengan arus amper 10 Amper dan keluaran voll 65  ct  65.Di artikel ini akan dibahas cara rumus dan cara membuat trafo teroid step down Untuk mengetahui jumlah lilitan pada kern ada rumus yang lebih dahulu kita ketahui yaitu sebagai berikut.

    Jari" luar -  jari dalam x tinggi : 2
    Tingi = 7 cm
    r luar = 19 cm
    r dalam = 11 cm
    19 - 11 x 7 : 2 = 28
    Frekuensi trafo 50 hz
    50 : 28 = 1,7 di bulatkan 2 jadi setiap 2 lilitan pada kern mewakili 1 voll 
    Untuk tegangan imput yaitu PLN 220 voll tingall kaliin  yaitu 220 x 2 = 440 lilitan primer
    Untuk menghitung jumlah lilitan sekunder dengan 65 ct 65 voll yang di inginkan rumusnya
    65 x 2 x 2 = 260 lilitan sekunder untuk 65ct

    Rumus menentukan jumlah lilitan trafo teroid :


    Gpv : F / O

    Keterangan :

    Gpv : gulung / lilitan per volt

    F : frequensi

    O : luas penampang ( lebar koker X tinggi koker )


    Karena yang dibuat adalah trafo donat maka ada rumus tersendiri untuk menentukan luas penampang / teras besi

    Rumus : CA : ( ( OD – ID ) / 2 ) )  X H

    Keterangan : 

    CA : core besi / luas penampang

    OD : diameter luar 

    ID : diameter dalam

    H : tinggi core

    Cara menentukan diameter kawat primer :


    I : W / E

    Keterangan :

    I : besar arus primer

    E : tegangan primer

    W : tegangan di gulungan primer


    Jika membuat trafo donat dari keren yang tidak jelas datanya maka kita gunakan rumus:

    W1 : 1,25 X W2

    Keterangan : 

    W1 : daya primer pada gulungan

    W2 : daya sekunder pada gulungan

    Menghitung daya sekunder pada gulungan

    W2 : E2 X I2

    Keterangan :

    W2 : daya sekunder

    E2 : tegangan sekunder

    I2 : arus sekunder

    Contoh soal Rumus menentukan jumlah lilitan trafo teroid 

    Sebuah inti besi (kern) berdiameter 9,5 cm diameter luarnya, sedangkan diameter dalam adalah 5,3 cm, tinggi 6 cm. Jika inti besi itu di buat trafo 12 volt, 10 Ampere maka berapakah jumlah lilitan primer dan memakai email drad yang berapakah untuk lilitan primer ?

    Jawab :

    Diketahui :

    OD = 9,5 Cm
    ID = 5,3 Cm
    H = 6 Cm

    Maka :
    CA = ((OD – ID)/2))xH
    CA = (( 9,5 – 5,3)/2))x6
    CA =  12,6

    Maka luas inti besinya adalah :  12,6 Cm
    Gpv = F/O
    Gpv = 50/12,6
    Gpv = 3,9

    Maka jumlah lilitan per voltnya adalah :  3,9 yang dibulatkan menjadi 4

    Jadi :

    Untuk mendapatkan tegangan 1 Volt dibutuhkan 3,9 lilit 9dibulatkan menjadi 4)

    Untuk mengetahui berapa lilit agar menjadi 220v tinggal kalikan saja 4 x 220 = 880 lilit

    Jumlah lilitan untuk primer telah diketahui, tinggal kita menghitung untuk diameter kawat yang dibutuhkan.

    Diketahui :

    E2 = 12 Volt
    I2 = 10 Ampere

    Maka :

    W2 = E2 x I2
    W2 = 12 x 10
    W2 = 120 watt

    Maka daya sekunder adalah 120 Watt

    W1 = 1,25 x W2
    W1 = 1,25 x 120
    W1 = 150 Watt

    Maka daya primernya 150 Watt

    I1 = W1/E1
    I1= 150/220
    I1 = 0,68

    Maka Arus primer adalah 0,68 Ampere

    Setelah arus di ketahui maka kita tinggal lihat tabel kawat email drad kita bisa menggunakan kawat F 0,6mm atau F 0,7mm untuk lilitan primernya

    LihatTutupKomentar